Jurnalistrik-JAKARTA: Kabar GM PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Jaya) Moch. Andy Adchaminoerdin terjerat utang sebesar Rp10 Miliar pada sejumlah kontraktor sepertinya sudah menjadi rahasia umum.

Selain diketahui para pegawai PLN di lingkungan kerjanya dan di lingkungan PLN Pusat, kini terdengar jelas permintaan para kontraktor yang uangnya belum dikembalikan pejabat yang akrab disapa Andy Acha itu.

Apalagi janji barter proyek yang ditawarkan sang GM untuk membayar utangnya, ternyata banyak yang belum terealisasi.

“Belum dibayar semua utangnya, dan tidak merata proyek yang dijanjikan untuk bayar utang. Kami saja belum dapat,” umpat salah seorang kontraktor di PLN kesal, Kamis (10/9/2026).

Kendati demikian, lanjut kontraktor yang minta namanya dirahasiakan itu, mereka memilih belum melaporkan kasus ini ke pimpinan PLN Pusat karena masih berharap itikad baik Andy Acha.

“Ya bingung, karena kita kan juga kerja nangani proyek di PLN Disjaya. Apalagi yang bersangkutan gak lama lagi masa dinasnya, sudah mau pensiun juga. Tapi kami tunggulah dulu itikad baik beliau,” tandasnya.

Sementara itu, mencuatnya berita tentang utang GM PLN UID Jaya sebesar Rp10 Miliar di sejumlah media, ternyata membuat Andy Acha resah. Lewat kaki tangannya, yang bersangkutan mulai kasak kusuk.

Tujuannya jelas, yang bersangkutan meminta agar berita-berita itu dihapus alias di-takedown. Media juga ngaku ditawari sejumlah uang oleh kaki tangannya asal tujuannya tercapai. (Ik)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *