Jurnalistrik-JAKARTA: General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin diterpa isu tak sedap. Berdasarkan informasi yang sangat layak dipercaya, bos besar di PLN Disjaya itu, disebut-sebut meminjam uang dari sejumlah vendor yang bisa mengerjakan proyek di perusahaan tersebut. Nilainya juga terbilang cukup fantastis, sebesar Rp10 Miliar.

Bahkan menurut informasi, isu ini sudah menjadi rahasia umum di lingkungan PLN Pusat. Lantas, untuk apa uang sebesar itu bagi pria yang biasa disapa Andy Acha itu?.

“Untuk kepentingan pribadinya. Kabarnya utang itu dibarter dengan proyek yang dijanjikannya ke sejumlah vendor,” sebut sumber di kalangan rekanan PLN yang minta namanya dirahasiakan.

Bahkan, lanjut sumber, isu ini muncul karena dari seluruh vendor atau rekanan yang ikut patungan untuk memenuhi kebutuhan sang GM, justru janji itu tidak merata.

“Iya, ada vendor yang sudah dapat pekerjaan (proyek), tapi ada juga yang belum mendapat pekerjaan seperti yang diming-iminginya. Mungkin karena itulah isu ini kemudian beredar dan terus meluas,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait kebutuhan bernilai besar itu, kabarnya Andy Acha melakukan hal tersebut, karena ia telah menjadi korban penipuan bisnis keuangan.

“Infonya begitu, beliau (GM PLN Disjaya) jadi korban penipuan trading. Jadi uangnya melayang. Makanya kemudian beliau minjam ke sejumlah vendor,” tukas sumber.

Di balik informasi itu, beredar pula nama sejumlah vendor yang menjadi korban bernama Vivi pemilik pabrikan modem, Yanto dari Bandung, Bambang dan Afan, vendor yang biasa mengerjakan proyek perbaikan sipil.

Sementara itu, General Manager, Moch. Andy Adchaminoerdin yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp berkilah dengan jawaban membela diri.

“Walah walah ada ada saja ini berita miring gak jelas,” kilahnya, Kamis (27/6/2026).

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *