Jurnalistrik-MEDAN: Beragam persoalan psikologis dan sosial kerap muncul di balik tembok Rutan Kelas I Medan, mulai dari tekanan mental akibat perubahan lingkungan, kesulitan mengendalikan emosi, hingga tantangan beradaptasi dengan pola hidup yang serba terbatas.
Kondisi tersebut tidak jarang berdampak pada perilaku dan stabilitas mental warga binaan apabila tidak ditangani secara sistematis. Realitas inilah yang mendorong Rutan Kelas I Medan untuk memperkuat pendekatan pembinaan yang tidak semata bertumpu pada pengamanan, tetapi secara serius menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan mental, dan kesiapan sosial warga binaan.
Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam program pembinaan yang menyentuh sisi spiritual sebagai fondasi utama perubahan perilaku.
Pada aspek pembinaan kerohanian, Rutan Kelas I Medan menyediakan sarana ibadah yang lengkap dan inklusif, meliputi masjid, gereja, kuil, dan vihara. Seluruh kegiatan ibadah dibimbing dan diawasi langsung oleh petugas yang bertanggung jawab atas masing-masing tempat ibadah.
Untuk meningkatkan semangat dan kepedulian terhadap nilai-nilai keimanan, pembinaan kerohanian juga diisi dengan berbagai perlombaan keagamaan, seperti lomba azan, tilawah Al-Qur’an, sholawat, serta kegiatan kerohanian lainnya.
Sementara itu, pembinaan rehabilitasi mental dan sosial dijalankan melalui pola kegiatan satu hari penuh yang terstruktur dan disiplin. Kegiatan diawali dengan job function berupa kebersihan tempat tidur, kamar hunian, dan aula blok sesuai pembagian departemen, dilanjutkan sarapan pagi, morning exercise berupa stretching, serta morning meeting sebagai ruang berbagi perasaan, kondisi diri, dan perencanaan kegiatan harian. Rangkaian rehabilitasi berlanjut dengan religion session, seminar edukasi yang membahas penguatan kepribadian, peningkatan kepercayaan diri, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat, kemudian ISOMA, general meeting untuk menegakkan aturan, meningkatkan kejujuran, dan memperkuat perilaku positif, hingga ditutup dengan wrap up sebagai sesi evaluasi dan refleksi kegiatan.
Pada aspek pembinaan fisik, Rutan Kelas I Medan secara rutin melaksanakan kegiatan senam serta berbagai perlombaan olahraga. Kegiatan ini bertujuan menjaga kebugaran jasmani, menanamkan sportivitas, serta memperkuat semangat kebersamaan di antara warga binaan sebagai bagian dari keseimbangan pembinaan mental dan fisik.
“menurut saya untuk kegiatan kerohanian di Rutan Kelas I Medan ini sudah cukup sangat baik, terutama saya dapat mendekatkan diri lebih dekat dengan Allah SWT. semoga apa yang kami dapatkan disini bisa menjadi bekal untuk kami kedepan, kami berharap keluarnya kami dari sini, perubahan bagi diri kami untuk menjadi yg lebih baik kedepannya,” ucap NH, salah seorang warga binaan Rutan
Melalui pendekatan pembinaan yang terarah, disiplin, dan humanis ini, Rutan Kelas I Medan menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pemenuhan aspek pengamanan semata. Pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, mental, sosial, dan fisik tersebut diharapkan mampu membentuk warga binaan yang lebih matang secara karakter, stabil secara emosional, dan siap kembali menjalani peran sosial di tengah masyarakat. (Ika)

